Powered By Blogger

Ayoo Ikutan...

Ayoo Ikutan...
Lomba...

DUNIA

Super Koplok Si Sahaeta

Pribadi Gw...

Foto saya
Pemalu dan Pendiam. Dua kata ini banyak orang yang tidak percaya. Apa lagi seseorang yang sudah mengenal dekat pribadi gw. Mereka pasti mencaci-maki, menghardik, menghina bahkan yang lebih parah lagi mungkin saja mereka muntah-muntah karena ketidakpercayaan itu. Tapi,biarkan saja bagi mereka yang tidak percaya sama gw. Peduli amat dengan kepercayaan yang mereka lakukan. Yang Pasti, sesuai dengan akte kelahiran gw dan keterangan yang sudah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa diri gw memang Pemalu dan Pendiam, titik.

30 November 2008

Si Pecak Pejuang dan Kenangan Gw...


Koplok...Tak nyangka Gw nemu foto si Pecak. Kenangan dan pejuang gw sewaktu di Radar Bandung, dulu. Setelah tak pernah bertemu, dan nyaris dilupakan kini kenangan bersama si Pecak hadir kembali. Banyak cerita antara gw dengan si Pecak (Baca : Motor Shogun 1993 milik gw). Liat aja, Si Pecak masih mejeng di kantor lama tempat gw pernah bekerja. Perjalanan gw bersama dia berlangsung sejak 1996.

Banyak kenangan gw bersama Si Pecak. Awalnya ni motor rewel banget. Pertama beli pada 2006, lalu. Si pecak bawaannya pengen "minum" mulu. Jarak Cicaheum-Soreang (Kantor Pemkab. Bandung) yang menempuh perjalanan sekitar 55 menit itu, dia harus belok ke SPBU sebanyak 3 kali dalam sehari. Edan...Koplok...Gaji Gak Seberapa...Ni Si Pecak banyak mintanya.

Entah apa yang dia (Si Pecak) lakukan selama perjalanan itu. Setiap kali di gas, sepertinya tidak ada masalah. Memang asap yang keluar dari knalpotnya terkadang mengganggu pengendara dibelakangnya. Belum lagi klo lagi hujan...entah kenapa di Si Pecak ujug-ujug ga mau jalan. Mesinnya mati mendadak. (Banjir aja belum, dia dah mogok duluan).

Klo sudah dalam kondisi seperti ini, mana ada yang mau tau. Semua redaktur dan Korlip gw dulu selalu ngomel. Mereka minta gw harus nyampe di kantor dikawasan Dago No.335 dengan segera. Dasar Koplok...Emang tu Si Pecak Gw yang bawa...yang ada juga Si Pecak yang Bawa Gw jalan-jalan sampai akhirnya kembali ke kantor redaksi.

Ah...tapi, semua itu sekarang hanya tinggal kenangan. Perjalanan gw di dunia "hitam" ini diawali dengan persahabatan gw dengan si Pecak. Awal nama Si Pecak ini gw berikan, setelah kita sama-sama jatuh di Jalan Naripan, tepat di pintu keluar-masuk kendaraan proyek pembangunan Be-Mall beberapa tahun lalu.

Dasar Koplok, mobil yang keluar maen slonong boy aja. mengakibatkan gw dan si Pecak tersungkur bagaikan Superman. Edan...helm half face hancur , pergelangan kaki sebelah kanan cedera, pelipis mata kanan berdarah, lutut ki-ka codet, dan paling parah dan perih adalah telapak tangan dan siku gw yang menjadi tumpuan menahan gesekan di jalanan beraspal dan batu hasil cor-an bangunan 6 lantai itu yang berserakan di jalan.

Sementara, si Pecak cidera di bagian lampu depan, sen kiri (lepas), sen kanan (pecah), dan stepnya benkok. Sebenarnya, mungkin saja nama dia bukan si Pecak. kalau, saat itu gw bisa mengganti kerusakannya dengan yang orsinil. Tapi, apa boleh dikata. saat itu tidak ada satu toko pun yang menjual body lampu depan dan sen kiri-kanan untuk si Pecak. Karena kondisi dan nasib dia akhirnya nama si Pecak muncul. Bahkan, Hingga Polisi pun enggan membawa motor ini untuk ditahan dijadikan BB (barang Bukti) karena gw ga bawa STNK dan SIM saat bertugas.

Ah...tapi itu hanya kenangan saja. Sekarang Si Pecak sudah berpindah tangan. Keberadaannya di Cianjur. Reporter Koplok itu yang membelinya dari gw seharga Rp2 juta. Tapi, sekarang juga belum dilunasi. Dasar Koplok....Kapan Mau Dibereskan soal utang-piutang ini????KOPLOK....

Sekarang, mobilitas gw digantikan bersama Shogun keluaran tahun 2008. Yah...lebih muda dari si Pecak. Pecak...Pecak...Dasar Koplok...

1 komentar:

jejak @siiannas di twitter mengatakan...

dasar koplok. gue cuma usul, gimana poto petugas damkar itu diganti ama foto bintang iklan xl berbaju ijo????
biar sama-sama koplok ama yg punya blog