Hidup Adalah Pilihan…
Mungkin kita sering mendengar kata-kata “rumput tetangga itu lebih indah atau hijau dibandingkan rumput yang kita punya”. Tidak sedikit manusia yang ada di bumi ini melirik kesana. Walau pun, tidak nyata, tapi niat untuk menginjak dan melihat rumput itu selalu hadir. Manusia selalu disandingkan dengan setan yang kerap kali menggoda. tinggal kekuatan iman dan keyakinan kita untuk tidak pernah mencoba melirik pada halaman mereka.
Keyakinan hidup untuk dijalani harus menjadi pegangan kuat kita masing-masing. Namun, tidak selamanya ungkapan diatas itu benar. Sekali lagi, jangan pernah melihat sesuatu dari keindahan fisiknya saja. Mungkin, halaman tetangga yang Nampak lebih hijau itu tidak cocok dengan kita. Rumput yang mereka miliki hanya gumpalan sintetis, sementara yang kita butuhkan adalah rumput alami.
Perjalanan hidup ini sangat langka. Tapi, bagi yang pernah mengalaminya tentu menemukan hikmah besar dalam hidupnya. Baik dan buruknya penampilan jangan dipakai sebagai satu-satunya ukuran. Justru, mungkin kepedihan dan rasa tidak enak yang sedang melanda kita dapat membawa hikmah yang menyenangkan tersebut.
Kenapa kita menutup mata ketika tidur?, ketika kita menangis?, dan ketika kita membayangkan? Semua itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat. Dalam kehidupan kita pernah menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita. Kita bergabung dan terjatuh ke dalam suatu keanehan serupa. Hal ini biasanya dinamakan Cinta.
Jika sudah dalam kondisi ini, biasanya kita tidak ingin melepaskannya. Kita tidak ingin ditinggalkan olehnya. Perlu diingat, melepas bukan akhir dari dunia kehidupan kita. Tapi, akan menjadi awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan akan terwujud pada mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba. Sebab, mungkin merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan.
Dalam urusan Cinta, kita sangat jarang dapat dikatakan menang. Mungkin, Ketika Cinta itu tulus, meskipun kalah, Kita akan tetap menang hanya karena kita berbahagia dapat mencintai seseorang dan ini akan lebih dari kita mencintai diri sendiri. Cinta tidak selama untuk dimiliki. Berjuanglah demi Cinta. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
Semua ada saatnya. Dimana kita harus terus menyimpan atau kapan kita harus melepaskannya. Mungkin sulit buat kita untuk melepas sesuatu yang sangat kita inginkan atau akan sangat sulit rasanya melepas sesuatu yang selama ini telah menemani kita. Diperlukan keberanian dan keihklasan tinggi untuk bisa melakukan semua itu. Ketika keadaan sudah tidak memungkinkan, ketika segalanya Nampak tidak berubah, atau bahkan ketika waktu juga tidak mampu berbuat banyak. Maka inilah waktu dimana kita harus terbang tinggi untuk melepas semua keraguan yang ada. Gw tau dan pernah mengalami apa arti kehilangan sesuatu.
Perasaan tidak rela untuk melepaskan menjadi beban kehidupan. Tapi, semua itu itu harus diubah dan berubah. Kita sering kali sadar, kita takut untuk menghadapi sesuatu yang tidak semestinya dilepas atau hilang. Namun, demi perubahan dan kebaikan, biarkan dia pergi. Lepaskan keindahan itu dialam semesta dengan sebuah alas an yang kadang sulit dimengerti.
Sekali lagi, hanya waktu yang bisa kembali memulihkan kehilangan itu. Perjalanan hidup ini harus terus berlanjut. Janji gw demi Cinta dan Sayang akan tetap dipikul bersama doa yang mengalir dari mulutku.Mereka menantikan janji gw untuk membawanya ke surga...


2 komentar:
Gue mo ngasi komen ni gi, dan kayanya hampir lebih panjang dari isi blog lu sendiri. Ya namanya perempuan klo dikasi kesempatan ngomong ya giniii ;p
1. SEPUTAR RUMPUT TETANGGA
Yap, orang sering merasa rumput tetangga lebih hijau. Gue setuju, seringkali ga nyambung antara kebutuhan dan keinginan kita. Antara selera warna hijau kita dan kebutuhan klorofil daun yang sehat. Dan kerapkali kita butuh waktu untuk sadar bahwa penilaian kita tidak sepenuhnya benar.
Semuanya ini kembali pada seberapa kita mensyukuri rumput kita. Kenapa kita harus iri pada rumput tetangga yang lebih hijau, kalau ternyata rumput kita lebih nyaman untuk bermain, untuk duduk beristirahat, untuk tiduran menikmati cahaya matahari. Gue setuju banget ama tulisan lu "Kenapa kita menutup mata ketika tidur?, ketika kita menangis?, dan ketika kita membayangkan? Semua itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat". Syukurilah..dan nikmatilah..
2. TENTANG MENEMUKAN, CINTA, MELEPASKAN, AWAL HIDUP
Dari apa yang gue jalanin, ini adalah proses "sekolah kehidupan". Ada waktunya kita diajari, ada waktunya kita ujian, dan ada waktunya kita naik kelas. Ada waktunya kita tak bisa keluar rumah karna harus belajar, kening kita berkerut memandangi soal ujian yang sulit banget, tapi ada waktunya kita tersenyum memandangi buku raport yang nilainya bagus.. Agak susah nuangin hal ini dalam tulisan di dunia teknologi ini. Pokoknya, jalani, nikmati, dan syukuri.
3. CINTA TIDAK SELAMANYA UNTUK DIMILIKI
Gue ga terlalu sepaham dengan kata2 lu ini gi. Cinta adalah untuk dimiliki, mungkin objek cinta yang terkadang tidak bisa kita miliki. Cinta adalah rasa yang menjadi hak untuk kita miliki, selamanya atau sementara. Cinta kan ga bisa dihapus gitu aja. Cinta ga bisa dilupain gitu aja. Lagi pula, apakah kita ikhlas untuk ngelupain cinta? Cinta itu sangat berharga lho, bagian dari kehidupan kita yang pastinya indah untuk dikenang. Kalau cinta itu sudah tulus, mudah2an tidak akan menjadi ganjalan..
Panjaaaaang benerr dah komentarnya hikhikhikk... Mudah2an mata lu ga makin bolotot gi bacanya..Lagian warnanya gonjreng pisan cuyy ;p ;p ;p
Piss...
"Perasaan tidak rela untuk melepaskan menjadi beban kehidupan". Ternyata esensi pertanyaan gue udah terjawab sebelumya ya wkwkwkwkkk ;)
Posting Komentar