Powered By Blogger

Ayoo Ikutan...

Ayoo Ikutan...
Lomba...

DUNIA

Super Koplok Si Sahaeta

Pribadi Gw...

Foto saya
Pemalu dan Pendiam. Dua kata ini banyak orang yang tidak percaya. Apa lagi seseorang yang sudah mengenal dekat pribadi gw. Mereka pasti mencaci-maki, menghardik, menghina bahkan yang lebih parah lagi mungkin saja mereka muntah-muntah karena ketidakpercayaan itu. Tapi,biarkan saja bagi mereka yang tidak percaya sama gw. Peduli amat dengan kepercayaan yang mereka lakukan. Yang Pasti, sesuai dengan akte kelahiran gw dan keterangan yang sudah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa diri gw memang Pemalu dan Pendiam, titik.

14 Desember 2008

Orang Ke Dua....


Kenapa dengan orang kedua...???
Ada apa dengan orang kedua...???

Selalu saja, dua kata ini disinggungkan dengan makna negatif. Sebenarnya, orang kedua tidak selamanya negatif. Orang kedua bisa saja hadir sebagai wakil orang pertama, pengganti orang pertama, atau menunggu untuk menjadi orang pertama atau sesuatu setelah yang pertama dan sebagainya.

Tapi, memang, dua kata ini (orang kedua) selalu kita singgung dengan yang namanya perasaan. Orang kedua sebenarnya tidak selalu dapat disalahkan atau dikambinghitamkan dengan makna. Tidak ada yang salah dengan orang kedua. Apa salahnya memberi kepada orang kedua.

Memang, didunia ini terlalu banyak orang yang egois. Terlalu banyak yang memikirkan dirinya sendiri. Terlalu banyak mereka yang hanya memikirkan perasaannya masing-masing. Sehingga, Orang Kedua selalu saja dikucilkan. Bahkan, orang kedua selalu menjadi biang kerok terjadinya kehancuran.

Tidak ada yang salah menjadi orang kedua. Tidak ada yang salah berbagai rasa dengan orang kedua. Bahkan, untuk perasaan pun seharusnya tidak perlu dipersoalkan untuk berbagi dengan orang kedua.

Memberikan cinta dan sayang tidak harus pada yang pertama. Semua orang perlu mendapatkan kenyataan ini. Hanya saja, diperlukan pembatasan dan keadilan dalam memberikan dua kekuatan tersebut. Memang, tidak ada mahluk yang sempurna dan adil di muka bumi. Semuanya penuh dengan kekurangan dan kecacatan.

Manusia memang memerlukan cinta dan sayang. Dicintai dan mencintai. Fitrah manusia memang seperti itu yakni mencinta dan dicinta. Tidak benar mencinta atau dicinta hanya dari orang pertama. Mencinta dan dicinta kadang datang dari orang kedua, ketiga, atau keempat, bahkan orang kelima.

Tidak ada salahnya memberikan keindahan itu kepada sesama. Mahluk ciptaan-Nya memerlukan dua kata itu. Selama jalan tersebut tetap didalam cahaya yang lurus tanpa noda.

Karena itu, jangan pernah memaki kepada orang kedua. Jangan pernah berburuk sangka pada orang kedua, jangan pernah mengucilkan orang kedua, dan jangan pernah menghilangkan kehadiran orang kedua.

Tidak ada yang salah dengan Orang Kedua...
Berikanlah apa yang kamu punya kepada orang kedua...
Berikan kepada Kedua Orang Tuamu...
Berikan Kepada Istrimu...
Berikan kepada buah hatimu...
Berikan kepada Kekasihmu...
dan berikan apa yang kamu punya kepada Keluargamu...

Tidak ada komentar: