
Kenapa dengan Matahari-ku? Semuanya terlihat kesal, marah, rindu, emosi, khawatir, putus asa, lemah, dan cengeng. Semuanya seakan tidak ada lagi kata semangat untuk terus berjuang. Beberapa sempat melontarkan ketidaktegasan, ada yang menyebutkan sangat tidak manusiawi, dan sisi lainnya mengatakan diperlukan konsekuensi.
Mungkin ini adalah kejenuhan yang melebihi batas. Titik yang sudah melebihi nadirnya. Terlalu jauh menyimpang dari jalur yang ada. Membutuhkan energi besar untuk mengembalikan ke awal. Persidangan alam sedang berlangsung dalam lingkunganku. Semuanya terasa hening, berkonsentrasi, terfokus pada satu masalah lama yang tak kunjung terselesaikan.
Kesempatan untuk mengembalikan ke titik awal akan menjadi penerbangan yang melelahkan. Semuanya tertuju pada satu kendali manual. Tidak ada yang otomatis. Sayap ini sedang mengalami kelelahan janji. Termasuk diriku. Semua terhipnotis dalam harapan dan mimpi...
Ehm...Semoga saja malam kelabu ini tidak terlalu lama. Semua bisa kembali pada keadaan yang menyenangkan, membahagiakan, dan penuh hasrat yang penuh nafsu seperti dulu. Semoga saja...
Jika tidak...Selamat Tinggal Semuanya...Aku akan kembali pada dunia lama.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar