
"Bos, aku mau ngobrol nih. Ga begitu penting sih...," kata anak ini.
"Ehm...mau ngobrol apa? sepertinya, tetep penting nih," jawabku singkat.
"Iya bos, aku mau resign. Sebenernya, sudah dipikirkan sejak Desember lalu. Tapi, baru sekarang diomonginnya. Aku juga sudah bawa suratnya," timpal dia.
Jatuh lagi satu formasi kekuatan SINDO yang seharusnya bisa bertahan. Tapi, apa boleh buat. Surat pengunduran diri yang ada ditanganku sudahku baca. Tertanggal 19 Januari, anak ini mengajukan permohonan diri untuk "lepas" dari Satuan SINDO Jabar. Tidak tanggung-tanggung, surat super kilat ini, gw terima disaat semuanya memang tidak jelas.
Ach...siapa lagi yang akan melakukan hal sama dengan anak ini. Berapa banyak lagi surat pengunduran diri yang harus gw arsipkan. Harus mengumbar apa lagi disaat semuanya ini semakin tidak jelas. Posisi yang cukup sulit.
Harapan untuk mendapatkan penjelasan yang semakin baik. Ternyata sangat diluar dugaan. Tidak ada satu kalimat pun yang indah untuk didengar. Bahkan untuk dijadikan jaminan bertahan membangkitkan kembali semangat yang sudah lama luntur. Sekarang, pilihan ini berada dimasing-masing orang.
Dengan posisi gw sekarang, tidak banyak yang bisa dilakukan. Gw hanya bisa menerima, membaca, dan sedikit memberikan harapan pada mereka yang sudah menemukan dunia baru. Tidak bisa menahan, apalagi meminta. Toh, apa yang mereka minta pun tidak pernah dikabulkan sebagai jaminan untuk bertahan. Tidak pernah muluk-muluk yang mereka minta, hanya kejelasan, konsistensi, dan perbaikan. Cukup itu. Tapi, tidak pernah ada yang dengar.
Gw sendiri, untuk mendesak keatas selalu mentok dengan sistem yang ada. Sedikit-sedikit berubah, tidak ada yang jelas. Hari ini A, dua bulan kemudian B, bahkan Z. Sekarang, sistem peng-gaji-an pun akan memindahkan jalur pada perbankkan yang baru. Harus, buka lagi no rekening baru. Ach...Shit...
Selalu disibukkan dengan urusan semacam ini. Kapan harus bangkitnya....masih banyak yang perlu diperbaiki. Kapan mau bergeraknya, toh selama ini masih jalan ditempat atau mungkin sedang jalan mundur ke jalur masa lampau....
Yah...Tanpa basa-basi, akhirnya hanya bisa mengucapkan "Selamat tinggal kawans. Semoga, menjadi lebih baik disana,"....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar