Powered By Blogger

Ayoo Ikutan...

Ayoo Ikutan...
Lomba...

DUNIA

Super Koplok Si Sahaeta

Pribadi Gw...

Foto saya
Pemalu dan Pendiam. Dua kata ini banyak orang yang tidak percaya. Apa lagi seseorang yang sudah mengenal dekat pribadi gw. Mereka pasti mencaci-maki, menghardik, menghina bahkan yang lebih parah lagi mungkin saja mereka muntah-muntah karena ketidakpercayaan itu. Tapi,biarkan saja bagi mereka yang tidak percaya sama gw. Peduli amat dengan kepercayaan yang mereka lakukan. Yang Pasti, sesuai dengan akte kelahiran gw dan keterangan yang sudah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa diri gw memang Pemalu dan Pendiam, titik.

17 Januari 2009

Episode II...


Entah kenapa, hampir setiap hari, gw selalu mengintip layar orang koplok asal Subang itu. Tidak ada yang menarik sebenarnya dari yang dia postingkan disana. Pengakuannya yang jago desain pun ternyata biasa saja buat gw. Hehehe, dasar koplok. Tapi, kenapa gw selalu saja mengintip aktivitasnya disana.

Entah apa yang bisa memperhatikan postingan orang ini. Mungkin dari beberapa uraiannya ada hal-hal sama dengan apa yang pernah gw alami dulu. Berbagai persoalan hidup dan pengalaman terburaikan dalam tulisannya. Mungkin, kita sama-sama laki-laki. Sama-sama beristri. Sama-sama memiliki cinta hidup dan kasih sayang abadi. Tapi, siapa yang bajingan atau homo, gw gak tau.

Terlepas dari semua itu, postingan terakhir orang ini cukup menggelitik. Pemikirannya seakan benar. Apakah ini pengalaman pribadinya (hanya coba menebak) atau memang melihat kondisi sosial yang terjadi dilapangan. Tapi, tetap saja dari postingan itu sangat menggelitik. Mungkin ada benarnya dan memang terjadi.

Kenapa banyak wanita lebih senang mendekati pria yang sudah beristri atau berkeluarga. Apakah lelaki beristri itu lebih dewasa, care, ngemong, atau hanya enak diajak ngobrol saja? Tidak bisa juga para wanita itu disalahkan karaena keterdekatannya dengan laki-laki beristri. Semua ini menjadi pertanyaan.

Episode Cinta dan sayang kali ini yang mungkin bisa menjawab semua itu. Dua kata itu akan menentukan semua perilaku tersebut. Tidak hanya wanita, si pria yang sudah beristri pun terkadang hanyut dalam pertempuran ini.

Siapa yang harus bertanggungjawab? Menyalahkan Cinta? Atau haruskah melarang seseorang untuk jatuh cinta? Kehadiran Cinta tidak bisa dilarang. ehm...untuk mencari jawabannya? Silahkan temukan sendiri. Cari jalan terbaiknya. Cinta memang tidak bisa dihindari. Tidak diketahui kapan dia akan datang, dimana dia akan berdiam, atau kemana cinta ini akan melangkah. Hanya saja jangan pernah bermain api jika tidak ingin terjadi kebakaran hebat disekelilingmu.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Hanya saja, membiarkan “kejantanan” atau “kebetinaan” dengan cara berfantasi di depan layar monitor tidak menyelesaikan masalah, atau meredam nafus birahi kita. Boleh saja, nafsu bisa ditumpahkan dengan cara masturbasi atau onani di depan komputer, tapi kepuasan dan rasa penasaran belum sepenuhnya terpenuhi…

Jadi, jangan coba maen Birahi Jika Tak Mampu Memenuhi. Karena Porno adalah candu, dan Sex is Lezat dan Nikmat…

riSanthy mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.